PENDAPATAN NASIONAL
Nama : Monica Cindy Amanda (222010200104)
Kelas : Manajemen B1
Mata Kuliah : Ekonomi Makro
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Definisi
Pendapatan Nasional
Pendapatan
nasional adalah hasil yang diterima dari setiap anggota masyarakat ataupun
rumah tangga keluarga yang langsung digunakan maupun dikonsumsi pada waktu
tertentu atau satu tahun.
Dan menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendefinisikan pendapatan nasional
adalah nilai seluruh barang dan jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai
pendapatan dalam menghasilkan barang dan jasa selama jangka waktu tertentu,
biasanya satu tahun (national income).
Tujuan
Mempelajari Pendapatan Nasional
1. Untuk memperoleh taksiran akurat mengenai nilai
barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam satu tahun.
2.
Untuk mengkaji dan mengendalikan
faktor-factor yang memengaruhi tingkat perekonomian suatu negara.
3.
Untuk membantu membuat rencana dan
melaksanakan program pembangunan berjangka untuk mencapai tujuan pembangunan.
Manfaat
Mempelajari Pendapatan Nasional
1.
Mengetahui dan menelaah struktur ekonomi suatu negara. Dari perhitungan
pendapatan nasional, dapat mengetahui apakah suatu negara cenderung berstruktur
ekonomi industry, agraris, atau jasa.
2.
Membandingkan perekonomian antar daerah, baik antar kabupaten maupun antar
provinsi.
3.
Menjadi dasar studi komparatif dengan perekonomian negara lain.
4.
Membantu merumuskan kebijakan pemerintah, khususnya di bidang ekonomi.
5.
Dapat mengukur tingkat kemakmuran suatu negara, dengan membagi pendapatan
nasionalnya dengan jumlah penduduk, yang di sebut pendapatan per kapita.
Metode Perhitungan Pendapatan Nasional
1, Pendekatan produksi (production
approach)
pendekatan ini menekankan pada kegiatan yang menciptakan nilai tambah
(value added). Maka dari itu, perhitungan hanya mencakup perhitungan nilai
tambah pada sector produksi.
Rumus : Y = (Q1 x P1) + (Q2 x P2) +
(Q3 x P3) +….+ (Qn x Pn)
Keterangan :
Y = pendapatan nasional
P1 = harga barang ke-1
Pn = harga barang ke-n
Q1 = jenis barang ke-1
Qn = jenis barang ke-n
2, Pendekatan Pendapatan (Income
Approach)
Berdasarkan pendekatan pendapatan, pendapatan nasional dihitung dengan
menjumlahka seluruh pendapatan yang di terima masyarakat (pemilik factor
produksi) sebagai balas jasa yang mereka terima dalam proses produksi meliputi:
- Upah/gaji (w) = balas jasa pemilik tenaga kerja
- Sewa (r) = balas jasa pemilik tanah
- Bunga (i) = balas jasa pemilik modal
- Keuntungan (profit/p) = balas jasa pengusaha
jadi secara matematis, menurut pendekatan pendapatan, pendapatan
nasional dirumuskan sebagai berikut :
Rumus : Y = W + R + I + P
KETERANGAN :
Y = pendapatan nasional
R = pendapatan dari upah, gaji, dan lainnya
W = pendapatan bersih dari sewa
I = pendapatan dari bunga
P = pendapatan dari keuntungan perusahaan
dan usaha perorangan
3, PENDEKATAN PENGELUARAN (EXPENDITURE
APPROACH)
Pada pendekatan ini pendapatan nasional di hitung dengan cara menjumlahkan
permintaan akhir dari para pelaku ekonomi (konsumen,produsen, dan pemerintah)
dalam suatu negara, meliputi :
- Pengeluaran konsumsi rumah tangga (Consumption/C)
- Investasi domestic bruto (Investment/I)
- Pengeluaran konsumsi pemerintah (Government Expenditure/G)
- Ekspor neto atau nilai ekspor (Export/X) dikurangi impor
(Import/I) (X-M)
Secara matematis dituliskan sebagai berikut.
Rumus : Y = C + G + I + (X-M)
KETERANGAN :
Y = Pendapatan Nasional
C = Consumption (Konsumsi Rumah Tangga)
I = Investment (Investasi)
G = Government Expenditure (Pengeluaran
Pemerintah)
X = Ekspor
M = Impor
Komentar
Posting Komentar