KEBIJAKAN EKONOMI (FISKAL DAN MONETER)

Nama : Monica Cindy Amanda (222010200104)

Kelas : Manajemen B1

Mata Kuliah : Ekonomi Makro

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo 


Pengertian Kebijakan Fiskal

Kebijakan Fiskal adalah langkah-langkah pemerintah untuk membuat perubahan-masalah-masalah ekonomi yang dihadapi. kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mengelolah/ mengarahkan perekonomian ke kondisi yang lebih baik atau yang diinginkan dengan cara mengubah- ubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan fiskal merujuk pada kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengarahkan ekonomi suatu negara melalui pengeluaran dan pendapatan (berupa pajak) pemerintah.

 

Macam-Macam Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal dari segi teori

A. Kebijakan fiskal fungsional: merupakan kebijakan dalam pertimbangan pengeluaran dan penerimaan anggaran pemerintah ditentukan dengan melihat akibat-akibat  tidak langsung terhadap pendapatan nasional terutama guna meningkatkan kesempatan kerja.

B. Kebijakan fiskal yang disengaja: merupakan kebijakan dalam mengatasi masalah ekonomi yang sedang dihadapi dengan cara memanipulasi anggaran belanja secara sengaja, baik melalui perubahan perpajakan maupun perubahan pengeluaran pemerintah. Terdapat tiga bentuk kebijakan fiskal yang disengaja. Pertama, membuat perubahan pada pengeluaran pemerintah. Kedua, membuat perubahan pada sistem pemungutan pajak. Tiga, membuat perubahan secara serentak baik pada pengelolaan pemerintah atau sistem pemungutan pajaknya.

C. Kebijakan fiskal yang tidak disengaja: merupakan kebijakan dalam mengendalikan kecepatan siklus bisnis supaya tidak terlalu fluktuatif. Jenis kebijakan fiskal tak disengaja adalah proposal, pajak progresif, kebijakan harga minimum, dan asuransi pengangguran.

 

Instrumen Dan Tujuan Kebijakan Fiskal

Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak. Asumsinya, jika tarif pajak diturunkan maka kemampuan daya beli di masyarakat akan meningkat dan industri pun bisa meningkatkan jumlah penjualan. Begitu juga sebaliknya.

tujuan kebijakan fiskal adalah untuk memengaruhi jalannya perekonomian dengan berbagai sasaran berikut ini:

1. Meningkatkan PDB dan pertumbuhan ekonomi. Kebijakan fiskal bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara maksimal karena berpengaruh besar dengan pemasukan atau pendapatan negara, meliputi: bea dan cukai, pajak bumi dan bangunan, pajak penghasilan, devisa negara, impor, pariwisata, dan lainnya.

Selain itu, contoh pengeluaran negara yang dimaksud di antaranya:

v  Pembangunan sarana dan prasarana umum.

v  Belanja persenjataan.

v  Proyek pemerintah.

v  Pesawat dan program lain untuk kesejahteraan masyarakat.

 

Empat Sektor Kebijakan Fiskal

1.Rumah Tangga Konsumen

Rumah tangga konsumen adalah rumah tangga yang melakukan kegiatan konsumsi. Kegiatan konsumsi sendiri merupakan kegiatan yang menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang dan jasa.

Kelompok rumah tangga konsumsi memiliki peranan atau fungsi untuk melakukan kegiatan ekonomi sebagai berikut:

  • Menerima penghasilan dari para produsen atau perusahaan yang berupa sewa, upah atau gaji, bunga, laba, dan sebagainya.
  • Menerima penghasilan dari lembaga keuangan berupa bunga atas simpanan-simpanan.
  • Menghabiskan penghasilan yang didapatkan tersebut di pasar barang.

2. Rumah Tangga Produsen

Rumah tangga produsen adalah rumah tangga yang melakukan kegiatan produksi. Biasanya rumah tangga produsen adalah perusahaan atau badan usaha yang memproduksi atau menawarkan barang atau jasa.

Kelompok rumah tangga produsen secara umum melakukan beberapa kegiatan ekonomi, di antaranya:

  • Memproduksi dan menjual barang-barang atau jasa-jasa, yakni sebagai pemasok (supplier) di pasar barang.
  • Menyewa atau memanfaatkan faktor-faktor produksi yang ditawarkan oleh rumah tangga konsumsi untuk membantu proses produksi.
  • Menentukan pembelian barang-barang modal dan stok barang yang lain.

3. Pemerintah

Pemerintah termasuk salah satu pelaku kegiatan ekonomi karena setiap kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah dapat berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi di suatu negara.

q  Selain itu, pemerintah juga melakukan beberapa kegiatan ekonomi lainnya, yakni:

q  Menarik pajak langsung dan tidak langsung.

q  Membelanjakan penerimaan negara untuk membeli barang-barang kebutuhan pemerintah.

q  Meminta pinjaman dan menyewa pekerja dari luar negeri.

4. Masyarakat Luar Negeri

Masyarakat luar negeri secara tidak langsung memberikan pengaruh terhadap ekonomi negara lain sebab suatu negara tidak akan dapat mencukupi kebutuhan dengan memproduksi barang sendiri, tanpa adanya bantuan atau hubungan dengan negara lain.

Masyarakat luar negeri bisa bertindak sebagai konsumen, produsen, bahkan investor. Berikut ini adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh kelompok masyarakat luar negeri:

q  Menyediakan kebutuhan barang impor.

q  Membeli barang-barang hasil ekspor.

q  Menyediakan kredit dan pemerintah dan swasta dalam negeri

 

Pengertian Dan Tujuan Kebijakan Ekonomi

Menurut KBBI,Kebijakan ekonomi adalah rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan,kepemimpinan,dan cara bertindak (tentang pemerintah ,organisasi dan sebagainya).

              Tujuan dibuatnya kegiatan ekonomi adalah untuk meningkatkan taraf hidup atau tingkat kesejahteraan masyarakat.selain kebijakan ekonomi diperlukan juga kebijakan nonekonomi,seperti kebijakan sosial yang menyangkut masalah pendidikan dan kesehatan.

 

Macam-Macam Kebijakan Moneter

Kebijakan ekonomi dibagi menjadi 3 macam yaitu:

1.Kebijakan ekonomi makro,adalah kebijakan pemerintah yang ditujukan pada semua perusahaan tanpa melihat jenis kegiatan yang dilakukan perusahaan tersebut.

2.Kebijakan ekonomi meso,adalah kebijakan ekonomi yang khusus ditujukan pada wilayah tertentu atau atau pada sektor sektor tertentu.

3.Kebijakan ekonomi makro,ialah kebijakan ekonomi yang mencakup semua aspek ekonomi pada tingkat nasional (agregat).

 

Instrument Kebijakan Moneter

1.oprasi pasar terbuka (open market operation)

2.tingkat diskonto (discount rate)

3.keuntungan cadangan minimum (reserve requirement)

4.himbauan moral (moral suasion)


Komentar